Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018


Kali ini saya akan menuliskan beberapa hal tentang Bangkok. Bulan lalu saya berkesempatan berkunjung ke negeri gajah putih ini.

Kesan pertama mengunjungi negeri ini : ah paling juga nggak beda jauh sama Indonesia sih. Tereretttt... emang nggak beda jauh, tapi juga ada bedanya.

So let's check this out pals!

Less Polution 
Sebagai orang yang anti polusi dan gerah dengan segala macam polusi yang ada, Bangkok termasuk satu kota yang macet seperti Indonesia tapi less polution. Kok bisa? Kemungkinan karena mesin yang mereka gunakan untuk kendaraan mereka sudah menggunakan rancangan yang rendah polusi. Jadi meskipun kita jalan di jalan raya, nggak ada ceritanya nutup hidung karena bau asap knalpot. Keren ya. Yuk Indonesia tiruin deh. Oh yea, masih ada sih asap kendaraan dan itu datangnya dari bis kucel (atau kalau orang Indonesia bilang sih bis bomel). Selebihnya, nggak ada polusi.

sekitar jalan menuju Pratunam, pemandangan sehari-hari

bis ini yang nyumbang polusi

Ada Ojek
Ojek di Malang aja adanya yang online lho haha. Di Bangkok ada ojek. Bedanya ojek disana ada seragamnya, trus mereka juga mangkal di tempat yang sudah disediakan. Jadi nggak bikin ribet tempat umum karena emang ada pangkalannya sendiri.

ini tuk tuk sih, bukan ojek

Murah
Yang ini nggak usah diragukan lagu. Bangkok itu tempatnya barang-barang murah, juga makanan murah. Kalau di kurs rupiah sih sebenernya hampir sama seperti kota-kota besar di Indonesia, tapi kalau soal baju hmmm ini yang kece. Baju disana murah dan bagus. Ini kita nggak bahas soal baju branded ya, tapi baju impor yang dibeli olshop Indonesia dan dijual lagi dengan harga 2-3 kali lipat (ya jelas ini juga termasuk tiket pesawat dan akomodasi serta pajak). Jadi saya cukup bangga bisa beli banyak baju lucu disana dengan harga super murah.

neighborhood sekitar Pratunam market

Makanannya Enak
Percaya aja deh kalau makanan di Bangkok itu enak enak gila. Ntah kenapa ya, banyak banget jajanan pinggir jalan yang murah dan enak-enak banget. Termasuk juga aneh, wong yang dijual juga macem kelabang, kecoak, dan hewan aneh lainnya. Tapi mereka juga punya banyak night market khusus makanan. Udah enak, murah pula. Rugi kalau ke Bangkok nggak nambah berat badan lol.

Pad-thai, khas Thailand


Banyak Ladyboys
Hmmm bukan hal yang baru lagi kalau di Bangkok banyak sekali ladyboys yang cantik dan seksi. Gosh! Theirs are rounder and bigger than mine lol!

Jadi gimana? Kerasan di Bangkok? Iya cukup kerasan. At least nggak bingung soal makan karena makanannya enak-enak haha!

Kamis, 14 Desember 2017

 
Tbilisi from old castle

Mengunjungi Georgia sama ibaratnya dengan lawatan monastery. Mudahnya menemukan monastery di Georgia sama seperti mudahnya menemukan masjid di Indonesia. Kebanyakan warga Georgia adalah penganut katolik ortodoks, meskipun disana pun kita bisa menemukan beberapa orang muslim dan yahudi tapi atmosfer ke-ortodoks-annya sangat terasa kuat sekali.

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Georgia dan tentunya melakukan lawatan ke banyak monastery yang ada disana. Ada beberapa monastery yang masih membekas di hati karena beberapa alasan. Let's check this out

Svetitskhoveli Cathedral

 

Terletak di sekitar Mtskheta, Katedral ini memiliki sejarah yang terbilang luar biasa. Ntah benar atau tidak, yang jelas mereka mengklaim bahwa mantel Yesus terkubur di bawah katedral tersebut. Hal ini terjadi ketika Eliaz berkungjung ke Jerusalem ketika Yesus di salib dan pulang ke Georgia dengan membawa mantel Yesus tersebut. Kemudian saudara perempuan dari Eliaz mengambil mantel tersebut dan seketika meninggal (mungkin karena kejadian magis), yang tidak bisa dilepaskan dari badannya. Kemudian mantel tersebut dikubur bersamaan dengan saudarinya tersebut. Hingga suatu ketika (lagi-lagi) ada kejadian khusus yang magis sehingga membuat orang mengetahui letak mantel tersebut terkubur dan kemudian membangun katedral diatasnya. Katedral ini juga tempat dikuburkannya para raja Georgia yang terletak di dekat altar. Salah satu batu nisan disana ditulis menggunakan Farsi.

It's a worth to visit since this cathedral has a lot more stories inside. You could hire a guide to tell you the story

Jvari monastery

 

Terletak di Mstkheta dan lagi-lagi berada di atas. Menggapainya pun tidak memerlukan usaha lebih karena bisa dengan mudah digapai menggunakan kendaraan pribadi atau mobil travel. Dibangun sekitar abad 5-6, ada pula benteng yang notabene dijadikan tameng (dan tinggal separo karena hancur). Lokasi ini tentu saja strategis karena dari atas sana kita bisa melihat Svetitskhoveli (dan tentunya dari Svetitskhoveli bisa melihat keatas kearah Jvari ini).

 

 
dari sini bisa terlihat Svetitskhoveli

Annanuri Monastery

 
one of best pictures I ever take

Monastery ini terletak sekitar satu jam dari Tbilisi (arah menuju Kazbegi). Kenapa monastery ini spesial? Karena letaknya yang luar biasa indah menghadap danau yang hijau menyegarkan mata. Kamu bisa naik ke menara dan dari sana kamu akan bisa melihat danau dan pemandangan yang menyegarkan mata. Terdapat pula alfabet kuno Georgia di dinding depan sebelah pintu masuk monastery.

 

 
old Georgian

Gergeti Monastery

 

Menuju monastery ini memerlukan effort yang luar biasa dari Tbilisi. Perjalanan ditempuh sekitar 3-6 jam tergantung speed kita dan berapa lama kita berhenti sepanjang perjalanan. Tapi perjalanan selama itu akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa indahnya satu jam menuju Kazbegi. Berbukit-bukit, berkelok-kelok, dengan suhu sekitar 12 derajat (ketika musim gugur), dan tentunya asri.

Setelah sampai di titik point awal keberangkatan pun, kita harus berganti mobil yang digunakan untuk naik ke atas. Jika kalian pernah ke Bromo, jalanan menuju puncak katedral ini hampir mirip dengan Bromo. Bedanya kita tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk menuju puncak karena diantar menggunakan mobil. Jalannya berkelok-kelok, nggak usah ditanya. Hmm disana, kalian akan merasa 'Masa besar tuhan yang menciptakan semua ini'. No seriously. Luar biasa indahnya. Meskipun baru dibangun pada abad ke 14 tapi tempat ini layak dikunjungi karena kalian akan merasa betapa extraordinary nya mereka bisa membangun tempat ibadah di tempat tertinggi seperti ini. Btw, Kazbegi merupakan perbatasan Georgia - Rusia. For more pictures please check out here


Perlu dicatat ya, kalau kalian mengunjungi monastery, jangan lupa membawa penutup kepala karena mereka mewajibkan kita menutup kepala kita seperti ketika berkunjung ke masjid. Beberapa monastery menyediakan selendang kok.

Rabu, 22 November 2017

  
menjangan atau rusa

Semakin lama bumi ini semakin menjadi tua. Banyak pilihan yang dihadapkan untuk manusia dalam menghadapi hal tersebut. Salah satunya adalah memilih tempat yang eco friendly. 

Mungkin hal ini terdengar aneh karena meskipun toh kita sudah mencoba untuk hidup se-eco friendly mungkin, tetap saja satu orang dikalahkan dengan kebanyakan orang. Tapi bukankah perubahan itu dimulai dari hal yang paling kecil dan dari diri sendiri?

tempat makan di lobi, Bali Bistro Tower (bisa melihat gunung Ijen dari atas tower ini)


YAK! Mari kita menuju ke sekitaran Menjangan. Hmm banyak yang agak salah ya mengira Menjangan ini bagian dari Banyuwangi (karena banyaknya paket wisata Ijen - Baluran - Menjangan yang ditawarkan). Menjangan ini bagian dari Pemuteran, Bali Barat. Ada pulau kecil di sebelah barat pulau Bali, yang sering digunakan untuk diving, snorkeling, dan olahraga air lainnya.

sunset di Jetty, along the coast

Bermula dari keinginan kami untuk diving, berangkatlah kami menuju sebuah hotel yang menyediakan diving course satu paket. Hotel ini namanya The Menjangan. Letaknya di Pemuteran, Bali barat. Jauhnya sekitar 5 jam dari bandara. Letak hotel ini surprisingly ditengah 'hutan'. Jadi ya nggak usah kaget kalau tiba-tiba segerombolan menjangan menghampiri, atau kalau nggak gitu monyet-monyet menjenguk, atau mandi outdoor dilihat tupai dari kejauhan. Asik lah pokoknya.

 

 
tamu penting setiap hari

Kamar kami kebetulan di upgrade ke beach villa, yang mana bungalow itu letaknya lebih dekat dengan pantai dan jaraknya 1,5km dari lobi. Menuju sana pun diantar dengan mobil khusus.

balkon kamar yang menghadap pantai

 
pantai yang surut di siang hari 

Ketika masuk ke dalam kamar, saya terkejut dengan dua botol minum yang bisa di pakai untuk penghuni kamar dan bisa diisi gratis disemua tempat yang menyediakan air minum. Ketika mengecek lebih jauh, ternyata botol air minum yang biasanya plastik, diganti dengan botol minum kaca semacem botol equil atau lebih persis seperti botol soda. Ada pula satu tas plastik besar yang merupakan recycle dari plastik minyak, detergen, dll, yang bisa digunakan sebagai tas untuk membawa peralatan renang atau snorkeling ataupun diving untuk penghuni kamar.

 
botol yang eco friendly

 
recycled plastic bag

 

 

 

 
outdoor bathroom. kalo hujan ya basah

kamar dari samping, ada dua payung didekat pintu 

salam malam yang selalu berganti setiap hari

 

Sampai sini saya sudah sangat terpesona dengan ke-eco friendly-an hotel ini.

Malam harinya kami makan malam di restoran didekat kamar kami, dan terkejut untuk kesekian kalinya karena sedotan yang mereka pakai bukanlah plastik tapi sejenis aluminium. Mendadak saya jadi jatuh cinta sama ini sedotan (yang berujung kita beli beberapa untuk dipakai dirumah).

 
siapa yang nggak jatuh cinta sama reusable straw ini hayoo??

 
meja makan yang ramai ketika hujan

 
menuju restoran Pantai

 

 

 
restoran menghadap ke laut dan mangrove

 
salah satu menu, Balinese platter 

 
makanannya pun diganti dengan yang sehat, no nasi putih

 
rotinya pakai roti gandum dan ini enak 

Ada lagi hal unik lainnya, yaitu restoran selalu memberikan satu gelas minum kecil yang isinya ramuan sehat. Pernah suatu pagi kami mendapat ramuan jus campur 3 macem. Ada pula jus seledri campur bayam campur satu sayuran ijo lainnya. Setiap kali makan selalu mendapatkan hal tersebut. Ntah untuk pagi, siang maupun malam.

 

 
jus sehat

Tapi ketika kita berada di hotel ini, kita tidak bisa seenaknya keluar karena kampung terdekat jaraknya 15 menit dari hotel. Selain itu kita juga dilarang untuk memberikan makan kepada hewan-hewan yang mungkin muncul disana atau disekitar kamar. Karena dengan memberikan makan, mereka akan menjadi manja dan tidak bisa survive sendiri.


  
biota-biota laut yang muncul ketika air surut

Jadi intinya, kita belajar menghargai alam dan belajar untuk hidup damai berdampingan dengan hewan-hewan yang ada disana. Serta tentunya, belajar untuk mengurangi penggunaan plastik.


Yuk stop penggunaan plastik berlebihan untuk kehidupan yang lebih baik 😃😄💪

NB : Pictures are 'silverestrella image' 

Pr/Br

Senin, 24 Juli 2017


 
Patung Merlion (Pic : wikipedia)

Selain karena bebas visa, negeri singa ini terkenal dengan tata kotanya yang modern. Biaya hidup pun terbilang mahal. Tapi nggak memupuskan niat untuk mampir kesana kan? 

 
 Changi airport (pic : changiairport.com)

Berburu tiket penerbangan murah banyak dilakukan orang jauh hari sebelum terbang ke Singapura, mengingat banyak sekali promo dari tour and travel. Tapi tidak menutup kemungkinan kalian bisa mendapatkan tiket promo pesawat pencarian sendiri, misal mengikuti travel fair seperti yang dilakukan teman saya (Surabaya – Singapore PP dengan Garuda Indonesia sekitar 1,2 juta). Atau ada cara lain yang bisa digunakan untuk membandingkan harga penerbangan melalui skyscanner.com. Website itu adalah website nomer satu bagi traveler pembanding tiket penerbangan. Biasanya pula, tiket yang dijual di website penerbangan (misal website Garuda Indonesia) jauh lebih murah daripada yang ditawarkan website-website pembanding harga. Yang paling penting rajin membandingkan harga dan cek harga setiap waktu. Pastikan membeli tiket pulang pergi, karena kalian nggak akan boleh terbang jika hanya membeli tiket satu arah saja. nanti dikirain bakal jadi pekerja illegal. Jangan lupa juga untuk cek fasilitas yang didapatkan dari penerbangan tersebut. Karena banyak penerbangan murah yang tidak menyediakan free bagasi, dan jika membeli bagasi di bandara jatuhnya akan lebih mahal. Jadi pertimbangkan dulu ingin membawa tas ransel atau koper yang butuh bagasi.

Pertimbangkan juga terbang baliknya ke Indonesia, karena kebiasaan sebagian besar orang Indonesia selalu membeli oleh-oleh yang super banyak. Kecuali kalau price doesn’t matter ya hihihi

 
famous spot (pic : trailfinders.co.uk)

Oh iya jangan lupa booking hotel juga ya. Nggak perlu booking hotel yang mahalnya kebangetan, cukup aja booking hotel yang nyaman buat istirahat. Untuk kelas hotel backpacker harganya berkisar antara IDR 80 ribu hingga 300 ribu. Bisa dipilih kok untuk khusus kamar perempuan saja atau campur. Tapi tetep ya, kamar mandinya shared. Bagi yang nggak nyaman dengan berbagi kamar mandi, bisa ngintip hotel murah sekitar harga IDR 180 ribu hingga 400 ribu. Pilihan tetap tergantung traveler. Usahakan untuk memilih hotel yang dekat dengan stasiun MRT. 

Nah jika masalah diatas sudah terselesaikan, sekarang coba deh simak beberapa tips dan trik dibawah ini biar bisa mengeluarkan biaya yang sedikit saja ketika berada di Singapura. 

1. Membawa Travel Adaptor
 

Saya rasa travel adaptor ini harus dibawa ketika bepergian ke luar negeri. Jangan sampai mati kutu karena kehabisan baterai hape karena beda colokan. Indonesia cenderung menggunakan European plug, sedangkan Singapura menggunakan british plug (maklum jajahan Inggris). Memang ada sih beberapa hotel yang menyediakan plug tambahan, tapi tidak semua hotel murah menyediakan. Kalaupun menyediakan biasanya terbatas jumlahnya. Cukup beli di hypermart Indonesia aja, harganya sekitar IDR 70ribu sampai 100 ribu. Kalau beli di Singapura harganya SGD 25-40. Mahal. Jadi lebih baik siapkan sebelum berangkat.

   
Travel adaptor tampak depan dan belakang (pic : silverestrella image)

2.  Download maps.me



Singapura itu cukup humid, tapi masih bisa diterima panasnya untuk berjalan kaki diluar ruangan. Untuk traveler yang ingin eksplore dengan berjalan kaki, jangan lupa download maps.me di smartphone kalian. Maps.me ini layanannya offline, jadi bisa digunakan kapanpun ketika tidak ada wifi karena wifi Singapura kebanyakan masih protected meskipun cepat. Kecuali kalau kalian membeli simcard khusus Singapura.


3. Membeli Kartu Transportasi


Mengingat harga taksi di Singapura terbilang cukup mahal, cara paling hemat adalah menggunakan kartu khusus untuk alat transportasi masal. Nah kartu yang satu ini bisa digunakan untuk MRT, bus, bahkan bisa untuk membeli di McD lho. Sekali beli harganya sekitar SGD 7. Kartu ini bisa kita top up nantinya (minimal top up SGD 10), dan aktif selama 5 tahun meskipun tidak dipakai. Jadi nanti pun bisa refund isi saldo yang tersisa jika memang benar-benar tidak dipakai lagi. Kalaupun tidak mau membeli kartu ini, kalian bisa beli tiket yang sekali pakai aja. Tiketnya dari kertas dan akan digunakan sekali pakai saja, misal dari Changi menuju Chinatown. Kalaupun tidak mau menggunakan MRT, kalian bisa memesan taksi online disana. Dari Bugis menuju Changi sekitar SGD 20. 

 Kartu NETS Flashpay

 
tiket kertas biasa (pic : silverestrella image)

4.  Makan di Hawker Center 

Soal urusan perut nggak usah gengsi makan di pinggir jalan. Kalau gengsi sih bisa makan di restoran dengan harga sekali makan untuk dua orang sekitar SGD 100-200 tergantung jenis makanannya. Untuk seafood di restoran sekitar SGD 120 untuk dua orang. Nah kalau mau murah, coba cari makan di Chinatown (ada banyak food court di daerah ini), atau Golden Complex mile (daerah Bugis), atau di Little India. Harga per porsi makananya sekitar SGD 3-10 saja. Ada makanan khas Indonesia di Golden complex mile dibandrol dengan harga yang cukup murah dan lumayan enak. Soto sekitar SGD 3, sate tiap tusuknya 60 sen, dan es the tarik seharga SGD 1,5 saja. Jika memang benar-benar hemat untuk urusan makan, sekali makan bisa cukup menghabiskan SGD 5-10. Selain bisa menjajal makanan khas China, ataupun India, ataupun apapun disana, harganya juga nggak mahal.



Murtabak di Arab street (pic : silverestrella image)

Soto dengan lontong di Golden Mile Complex, Bugis (pic : silverestrella image)



Sate ayam di Golden Mile Complex, Bugis (pic : silverestrella image)

 


seafood di Chinatown (pic : silverestrella image)

5. Jalan Kaki! Jangan Manja

Singapura nggak kayak Indonesia. Lalu lintas disana sangat rapi bahkan pejalan kaki derajatnya diatas pengendara kendaraan. Karena sopir mobil akan memberikan jalannya kepada pejalan kaki bahkan sebelum kita memintanya. Istimewa deh pokoknya. Disana juga pejalan kaki bisa dipastikan aman, asal nggak melanggar tata tertib berlalu lintas ya. Yang penting harus patuhi lalu lintas untuk pejalan kaki. Selain bisa melihat setiap sudut Singapura dengan lebih dekat, kalian juga tentunya olahraga tanpa disadari. Sehat!

 
Jalan aja biar sehat! (pic : silverestrella image)

6.  Masuk Tempat Wisata yang Gratis atau Murah

Kalau ke Singapura rasanya belum lengkap kalau belum ke Universal Studio di Pulau Sentosa. Tiket untuk dewasa (usia 13-59 tahun) sekitar SGD 74 sedangkan untuk anak-anak (4-12 tahun) SGD 36 dan tiket untuk lansia (diatas usia 60 tahun) sekitar SGD 36. Jika tidak berkenan menuju US, kalian bisa menyambangi ACM (Asian Civilization Museum) dengan harga normal SGD 10, tapi bisa mendapatkan diskon 50% bagi yang memiliki kartu mahasiswa. Karena museum ini gratis untuk orang Singapura. Jika kalian tidak mau mengeluarkan uang sama sekali, coba lah jalan-jalan ke sekitaran Marina, Gardens by the Bay. Disana kalian bisa ‘sehat’ karena rute untuk jalan panjang sekali. Jika menemukan posisi yang pas, kalian bisa melihat Pulau Batam. Jangan lupa juga nongkrong cantik di taman terbuka yang ada diatas (Marina garden). Disana kalian bisa melihat lanskap Singapura. Atau kalau ingin jalan-jalan menyusuri daerah yang bernuansa islami sekaligus belajar sejarah islam disana, kalian bisa menuju kampong Glam yang ada di sekitar Bugis. Kecuali kalau kalian ingin belanja cantik di daerah Orchard ya, siapkan budget khusus untuk shopping disana. 

 
 ACM (pic : silverestrella image)

 
Gardens by the Bay

7. Membawa Botol Minum

Karena disana disediakan kran air yang bisa langsung diminum. Jadi demi menghemat budget untuk membeli air, lebih baik mengisi botol kita dengan air dari kran tersebut. Kecuali kalau memang ingin minum yang minuman dingin. Harga Aqua 600 ml di Seven Eleven dibandrol SGD 1,5 per botolnya (kecuali pas ada promo beli 1 dapat dua botol dengan harga SGD 1). 

8.  Membawa Payung

Bukan karena hujan sih, tapi lebih ke pancaran sinar matahari yang begitu melimpah. Jika kalian ingin jalan-jalan cantik nggak kepanasan, payung adalah solusinya. Banyak kok orang yang jalan-jalan dengan payung karena nggak mau terpapar sinar matahari berlebih.

Jadi itulah beberapa tips dan trik agar bisa bertahan hemat di Singapura selama beberapa hari. Gimana? Siap seret koper ke negeri singa?

Pr/Br