Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2019

Haloooo Guysssss hari ini, aku mencoba memenuhi janji ku pada tulisan pembuka di 2019 di blog ini yaitu menuliskan semua perjalanan hidupku.
Waktu itu berjalan sangat cepat ya Guys dan tak terasa sudah hampir 20 th yg lalu aku tidak bertemu dan mengetahui kabar beberapa teman teman SMP ku dan hari ini secara tiba tiba aku dapat invitation grub di WA eh, ternyat isinya temen temen ku SMP, 3G SMPN 1 Waru dulu. Wah senangnya!!! kesenangan ini jadi berlipat lipat karena selain bisa reonian dengan temen SMP aku juga bisa membuktikan kepada teman teman ku jika presenter cantik TV One yg bernama Cindy itu memang teman ku SMP, karena sebelumnya mereka (temen temen ku sekarang) gak pernah percaya klo aku pernah sekelas dengan presenter TV One. Ini penampakan Cindy


 
 
 
Dulu anak ini duduknya tepat di bangku belakang ku Guysss sebangku dengan temen ku namanya Lita di cantik, terus terang waktu SMP dulu aku lebih tertarik dengan si Lita dari pada si Cindy alhasil tiap hari aku godain Lita Guysss sampai suatu saat si Lita nangis  eh yg marah si Cindy dia laporin  aku ke Bp Guysss padahal aku uda minta maaf sama si Lita dan memohon agar tidak di laporkan ke Bp karna hanya bercanda yg kebablasan dan Lita setuju, apes malah temen sebangkunya yg gk terima sedih guys gak berhenti sampai situ Guysss pernah suatu hari aku bolos jam pelajaran loncat pagar belakang sekolah, padahal saat itu aku sudah mengendap ngendap kayak maling yang mau masuk rumah kosong lho, bahkan bunyi langkah langkah ku pun tak terdengar, ala ala Ninja gitu deh eh... malah besoknya dapat ancaman dari si Cindy mau melamporkan ke BP kelakuan bolosku kemaren, sontak aku terkejut dari mana dia tau kalau aku loncant pagar sekolah kan? padahala aku sudah yakin klo semutpun tak bakalan tau kelakuanku kemaren itu huff... ternyata slidik punya slidik rumah si Cindy itu tepat di depan pagar belakang sekolah yg aku loncatin ya jelaslah orang salah satu orang rumah Cindy tau dan info ke Cindy, apesnya haha...
 
Diatas ini sedikit rivew kejadian masa lalu ku dengan si Cindy agar kalian percaya Guysss haha... kalau masih meragukan ini foto Grub kemaren yg invite aku Guyss
 
 
Ya kan aku tergabung di Grub dimana si Cindy berada hahahahahaah
 
Aku cuma bisa bilang kalau masa lalu itu tidak akan hilang seiring berjalannya waktu walapun sometime km berubah entah km sekarang jadi gelandangan, jadi pengusaha sukses atau presiden sekalipun masa lalumu tetap tetap tidak pernah berubah syukuri aja  kecuali memang masa lalumu sudah tidak mau mengenalmu lagi guysss hahahahahaso ya Guyssss.
 
Sekian dari saya ya Guyssss semoga bermanfaat bagi kalian semua
 
 
Br/Pr
 
 
 
 

Minggu, 12 Maret 2017

 
taken from hotel-majapahit.com. bentuk pertama Oranje Hotel

Kota Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Tentu saja, menjadi salah satu kota penting semasa perjuangan Indonesia. Melihat pentingnya kota ini, sudah tentu ada banyak sekali bangunan bersejarah di Kota Surabaya. Banyak yang sudah usang, tapi masih ada juga yang masih berfungsi seperti sediakala.

Kali ini, kita akan menuju Hotel Majapahit. Hotel yang terletak di daerah tunjungan ini merupakan salah satu hotel penting sebagai tonggak perjuangan bangsa. Mungkin lebih banyak dari kita yang mengenalnya sebagai Hotel Yamato. Masih ingatkah kalian dengan Hotel Yamato??

Let's recall for a bit, hotel yang bernama asli Hotel Oranje ini dibangun pada tahun 1911 oleh Sarkies bersaudara. Ini keluarga bener-bener kaya, mereka membangun jaringan perhotelan yang ada di Indonesia seperti Hotel Niagara di Lawang, Hotel Sarkies di Batu (sekarang Hotel Kartika Wijaya), dan juga Hotel Rafless di Singapura (salah satu hotel termahal).

 


Bergaya Art deco, hotel ini masih mempertahankan bentuk aslinya. 90% bentuk hotel masih asli dari tahun pertama di bangun. Memang ada beberapa sisi yang direnovasi, tapi tetap tidak menghilangkan jiwa aslinya.

Kenapa hotel ini menjadi penting saat masa penjajahan? Bendera Belanda disobek ditiang atas hotel ini. Merah putih biru disobek birunya menjadi merah putih. Ahh saya yakin, kalian sekarang ingat kan dengan kejadian heroik tersebut? Pasti inget! Kalo nggak inget, sejarah dapet berapa nak??

Begitu masuk kedalam hotel ini, hmmm seketika kalian akan dibawa menuju ke masa kolonial. Aroma kemewahan kolonialisme tergambar begitu jelas di dalam hotel ini. Di bagian lobi, bisa dilihat foto pertama hotel ini dibangun, dan juga lukisan penyobekan bendera merah putih biru. Desain bangunan yang masih asli membawa kita kembali ke masa itu.


Btw, kejadian merobek bendera itu terjadi tanggal 19 September (CMIIW, karena bendera dinaikkan tanggal 18 September 1945 dan hari berikutnya pemuda Surabaya terprovokasi) ya, bukan 10 November. Tapi setiap tanggal 10 November biasanya diadakan adegan mengenang penyobekan bendera di hotel ini.

Setelah pemindahkekuasaan hotel ini dari tangan Belanda ke Jepang, akhirnya hotel ini dibeli investor lokal dan merenovasinya secara keseluruhan, dan kemudian membukanya kembali dengan nama Hotel Majapahit. Hotel bintang lima yang tak terlihat 'sombong' dengan label bintang limanya.


source : Panduan Jelajah Kota-kota Pusaka di Indonesia, Emile Leushuis dan dokumen pribadi 

For personal review can be read here 

Pr/Br

Sabtu, 21 Januari 2017

Menapak wisata kuliner di kota Surabaya, baru baru ini di Indonesia di banjiri pedagang kaki lima yg menjual masakan Jepang, salah satunya adalah Ramen. Makanan favorit tokoh utama komic Naruto, menjadi satu dari sekian banyak masakan Jepang yg paling di gemari.

Ini tentunya membuka peluang bisnis dan membuka lapangan kerja baru di Surabaya, selain para pengusaha kecil yg berlomba lomba membuka warung Jepang, Chef yang mahir masakan Jepang pun berlomba lomba membuka khursus memasak masakan Jepang.


Fenomena ini mendorong rasa penasaran saya untuk mencoba merasakan masakan Jepang dari juru masak Indonesia, di tambah lagi menurut info harganya juga cukup terjangkau lalu saya bergegas mencari rumah makan masakan Jepang di kota saya Surabaya.

Rasa penasaran ini pun terbayarkan setelah saya menemukan salah satu rumah makan masakan Jepang bernama WASABI bertempat di daerah Gayung Timur Menanggal MGO 01


Kebetulan Rumah makan ini masih terbilang baru, bulan ini usia WASABI memasuki usia 5 bulan

Warung yg di setiap sisi nya terdapat lampion, diatas meja masing-masing ini menyajikan beberapa menu masakan Jepang salah satunya Ramen yg menjadi hidangan favorit depot WASABI, makanan khas Jepang yg selama ini hanya bisa saya lihat di Televisi.

Selain Ramen saya memesan Nasi Doging buri, Sushi Nasi Isi ikan Salmon Goreng  dan tidak lupa hidangan camilanya Takoyaki kulit Ikan Cangkang

  • Ramen

Ramen adalah Mie kuah kari yang dalamnya berisikan sayur sawi, wortel, jamur dan seafood makanan ini menurut saya lebih enak jika di makan saat hujan dimalam hari, karna kuah karinya cukup dapat menghangatkan badan saat dimakan, rasa kuah yg gurih di tambah rasa rempah rempah yg cukup menyengat dan membuat lidah bergoyang.

Harga yg di patok untuk semangkok Ramen hanya Rp. 19,000

  • Donburi



Donburi adalah nasi yg di atasnya di tuang daging,sayuran,buah dan kuah, di hidangkan dalam mangkok berukuran sedang,nasinya punel, daging lembut mudah untuk di kunyah,ada sedikit rasa manis dan segar mungkin dihasilkan dari sayur dan buah yg bercampur dalam bumbu rempah rempah pada kuah Donburi.

Harga yg di bandrol untuk semangkok Donburi Rp. 22.000


  • Sushi Nasi isi ikan Salmon Goreng


Balutan nasi yg membungkus ikan salmon goreng, menurut saya makanan ini tidak cocok untuk lidah saya, dikarenakan rasa amis dari salmon terasah kuat sekali di lidah walaupun di makan bersama nasi yg di lumuri mayonnaise dan saus sambal.

Harga Sushi  isi Ikan Salmon Goreng sekitar Rp. 20.000


  • Takoyaki


Untuk hidangan penutupnya saya memilih camilan Takoyaki, adonan tepung terigu yg di bentuk bulat bulat seperti bola, di dalamnya berisikan gurita, keju yg di potong kecil kecil, di atasnya di taburi abon ikan Cakalang sehingga menciptakan rasa gurih pada setiap gigitannya.harga yg di patok Rp. 14.000

Sebenarnya masih banyak makanan makanan Jepang lain yg menjadi menu warung WASABI yang ingin saya cicipi, namun perut saya sudah tidak bisa menampung makanan lain lagi alias kenyang hehe..., mungkin saya akan mencobanya di lain waktu dengan menu berbeda, karna menurut saya makanan Jepang cukup memberikan citra rasa tersendiri dan dapat bersaing dalam industri kuliner di Indonesia khususnya di kota Surabaya.


Br/Pr