Rabu, 11 Juli 2018

[Puisi] Papan Nama

Aku berjalan menelusuri ruang kantor yg panjang, ku perhatikan setiap sundut temboknya, seolah menunggu mereka bercerita tentang mu.   Tembok tembok itu hanya membisu, mungkin cukup lama tak melihatmu sehingga tak ada yg harus mereka ceritakan.

Kucoba duduk dikursi terahkirmu dan semuanya telah berubah tak kutemukan apa pun, yg tak berubah hanya skat pemisah dan tempat papan nama kosong. Tak ada lagi papan namamu.

Papan dengan nama mu memang telah tiada tapi percayalah namamu selalu tersimpan rapi di memori ingatanku


 Br/Pr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar