Aku
berjalan menelusuri ruang kantor yg panjang, ku perhatikan setiap sundut
temboknya, seolah menunggu mereka bercerita tentang mu. Tembok
tembok itu hanya membisu, mungkin cukup lama tak melihatmu sehingga tak ada yg
harus mereka ceritakan.
Kucoba
duduk dikursi terahkirmu dan semuanya telah berubah tak kutemukan apa pun, yg
tak berubah hanya skat pemisah dan tempat papan nama kosong. Tak ada lagi papan namamu.
Papan dengan nama mu memang telah tiada tapi percayalah namamu selalu tersimpan rapi di
memori ingatanku
Br/Pr

Tidak ada komentar:
Posting Komentar